JAKARTA – Banjir Jakarta yang melanda Senin (5/2/2018) malam kemarin, menjadi bukti Ibukota belum bisa lepas dari masalah banjir saat musim hujan tiba.
Terbukti, banjir kemarin sukses membuat belasan ribu warga Ibukota sengsara dengan ribuan diantaranya terpaksa menjadi pengungsi.
Kini, genangan air banjir pun dipastikan masih memenuhi sejumlah wilayah.
Karena itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengharapkan anak-anak ibu kota tidak bermain banjir.
Sebab, kata Anies, banjir tersebut berpotensi membawa penyakit.
“Sangat berpotensi penyakit,” kata Anies di Kampung Arus, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (6/2/2018).
Dengan kondisi banjir Jakarta itu, dirinya memaklumi penjagaan orangtua kepada anaknya akan banyak berkurang.
Oleh karena itu, Anies mengimbau kepada orang tua untuk memandikan anaknya jika telanjur terkena banjir atau hujan.
“Yang penting mandi sesudah itu. Memang sebaiknya tidak (bermain air),”
“Tapi dalam kondisi seperti sekarang ini, orang tuanya juga dalam kondisi yang tidak leluasa untuk mengendalikan semuanya,” tandas Anies.
Akibat banjir tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 7.228 Kepala Keluarga (KK) atau 11.450 jiwa terdampak banjir.
Berdasarkan data dari BPBD DKI Jakarta, banjir Jakarta meliputi 141 RT dan 49 RW di 20 Kelurahan pada 12 Kecamatan.
“Mulai dari Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Ribuan rumah terendam banjir,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho Selasa (6/2/2018).
Dari 11.450 jiwa yang terkena dampak banjir itu, setidaknya ada 6.532 jiwa yang tersebar di 31 posko-posko pengungsian di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Namun, sejatinya jumlah warga yang mengungsi itu bisa jadi lebih banyak.
Sebab, tak sedikit pula warga yang menolak meninggalkan rumahnya yang terendam banjir.
“Banyak masyarakat yang tidak bersedia mengungsi. Mereka tetap berada di rumahnya. Perabotan rumah tangga mereka telah dipindahkan ke lantai atas di rumahnya,” ucapnya.
Selain itu, Sutopo menjelaskan untuk para pengungsi yang bersedia untuk di ungsikan yang terdapat di wilayah Jakarta Timur sebanyak 2.632 jiwa.
Mereka mengungsi di 24 titik posko yang sudah disediakan.
“Kecamatan Jatinegara sebanyak 1.057 jiwa di 14 titik pengungsian dan Kecamatan Kramatjati sebanyak 1.575 jiwa yang tersebar di 10 titik posko pengungsian,” jelasnya.
Sedangankan untuk di wilayah Jakarta Selatan, lantut Sutopo, setidaknya ada 3.900 jiwa dari 6.532 jiwa yang terdampak banjir yang tersebar di 7 posko pengungsian.
“Dari data yang ada, tercatat di Kecamatan Pancoran ada 3.200 jiwa yang mengungsi di 4 titik yang berbeda dan di Kecamatan Tebet ada 700 jiwa di 3 titik posko pengungsian,” tutupnya.
Untuk diketahui, berdasarkan data dari BPBD DKI Jakarta, wilayah yang paling parang akibat banjir Jakarta ini ada di dua wilayah.
Yakni Srengseng Sawah di Jakarta Selatan dan Balekambang di Jakarta Timur.
Di kedua wilayah tersebut, tercatat ketinggian air hingga mencapai 3 meter serta merendam rumah warga.
Di kedua wilayah itu pula, jumlah warga yang mengungsi menjadi yang terbanyak dibanding daerah lainnya.
Sumber Berita Dari. ( POJOKSATU.COM )
Dengan Judul yang sama: Banjir Jakarta, Anies Baswedan: Orangtua Harap Mandikan Anaknya Yah…
Comments
Post a Comment