Ini Loh 16 Penendang Free Kick Terbaik Sepanjang Masa, No 1 Memang Rajanya!

Image
Ketika seorang pemain berhenti dari jarak 25 meter dari gawang untuk bersiap mengambil tendangan, penonton terdiam dan menunggu dalam antisipasi. Ia tahu apa yang akan terjadi. www.sportstardom.com Bagi banyak orang, akan ada sedikit kekhawatiran. "Wah, ini bisa menjadi masalah besar bagi kiper," atau "Ini akan menjadi sebuah tembakan yang hebat dan menakjubkan.! Ini bukan tentang sekedar para pemain biasa. Ini adalah tentang para spesialis yang memiliki keterampilan khusus dalam eksekusi sepakan bola mati, yang bisa membuat pihak lawan berpikir, "Uh-oh, ini bisa jadi masalah." Ini tentang para pemain yang memiliki keteguhan mental — diselaraskan dengan kecemerlangan teknis — untuk menembakkan bola ke atas atau melewati pagar hidup, melewati kiper yang terkejut, dan masuk ke bagian belakang gawang. Ini tentang mereka yang bisa melakukannya lagi. Dan lagi. Dan berikut 16 penendang free kick terbaik sepanjang masa, seperti yang kami kutip dari blea...

Ahok Muncul, Urusan Selesai. Nama Ahok Masih Cetar

Ini cerita tenang seorang siswa SMA di Lamongan yang ijazahnya di tahan oleh sekolah. Ada dua versi perihal penyebab ijazah siswa ini ditahan. Versi siswa, ijazah ditahan karena dia belum membayar tunggakan uang gedung. Versi lain, karena si siswa tidak datang ke sekolah sejak lulus untuk memberikan tanda sidik jari di ijazah.

Berita terakhir yang dilansir kompas.com (2/01/18) adalah keterangan dari keluarga siswa bahwa mereka telah mendapatkan ijazah itu secara gratis setelah menunjukkan surat dari Ahok.

Cerita ini berawal dari berita bahwa seorang siswa berinisial FM yang sekolah di SMA N 3, Lamongan mengirim surat kepada Ahok di Mako Brimob, Depok. Ia mengatakan telah lulus dari sekolahnya pada akhir tahun ajaran 2016/2017. Tapi, ijazahnya belum diterima. Penyebabnya, kata FM kepada Ahok, melalui surat itu, ijazahnya ditahan karena keluarganya belum membayar iuran ke sekolah.

Surat siswa ini dibalas Ahok melalui staf pribadinya bernama Natanael Ompusunggu. Kata Nael, Ahok akan memberikan dana untuk melunasi tunggakkan itu. Berbekal jawaban itu, FM datang ke sekolah. Dia berbicara kepada kepala sekolah bahwa tunggakannya akan dibayarkan oleh Ahok.

Lalu terjadi percakapan telpon antara Kepala Sekolah dengan Nael. Nael membenarkan bahwa Ahok akan mentranfer sejumlah tunggakan itu. Dia meminta rincian tunggakan dan memberikan kepada FM. FM akan memfoto catatan rincian tersebut dan mengirimkan ke Nael. Setelah itu dana akan ditransfer. Pemintaan itu disetujui oleh sekolah. Rincian tunggakan dan nomor rekening tata usaha sekolah akan diberikan.

Satu jam kemudian, FM menelpon Nael. Ia mengatakan bahwa iajazah telah diterimanya tanpa pembayaran dari Ahok.

Cerita ini bisa saja berakhir sampai di sini, dan tak terjadi kehebohan nasional.

Tetapi, cerita ini muncul di kompas.com, 30/12/2017, pukul 08:59 WIB . Judulnya “Cerita tentang Anak Lamongan yang Tulis Surat ke Ahok Minta Ijazahnya Ditebus”. Nah, link berita ini bertebaran di WAG. Inillah yang membuat perkara ini menjadi heboh.

Saya kira kompas.com menulis berita bukan karena ijazah siswi ini ditahan. Tetapi karena dia menulis surat kepada Ahok tentang ijazahnya minta ditebus. Seandainya, si siswi menulis surat kepada bukan Ahok, mungkin media tidak menulis cerita ini menjadi sebuah berita.

Hanya dalam sehari, berita ini menjadi viral mengiringi pergantian tahun 2017-2018. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman menjelaskan peristiwa ini dari versinya sendiri melalui akun @saifulrachman32 di twitter. Cerita versi kepala dinas ada yang berbeda dengan cerita versi berita kompas di atas. Balas-berbalas terjadi di akun kepala dinas ini dengan netizen di twitter. Dan urusannya makin melebar menjadi diskusi apakah benar sekolah diizinkan memungut iuran lain kepada siswa? Baik bernama uang gedung, dana operasional sekolah, dan nama lain.

Namun, butir keterangan yang tak pernah dibantah oleh semua pihak yang terkait dengan cerita ini adalah bahwa FM memang mengirim surat kepada Ahok dan bercerita tentang ijazahnya yang belum keluar. Jawaban Ahok lalu diperlihatkan kepada pihak sekolah. Setelah itu, sekolah memberikan ijazah FM tanpa membayar apa pun.

Satu hal yang menarik dari peristiwa ini adalah bahwa FM menganggap mengadu ke Ahok adalah solusi terbaik bagi dia. Setidaknya secara psikologis dia menganggap begitu. Ia berasumsi dengan mengirim surat kepada Ahok persoalan ijazah dia yang tertahan bisa diselesaikan.

Asumsi FM ini kira-kira mirip-mirip dengan pemahaman warga Jakarta, dan sekitarnya, yang dulu mendatangi kantor Ahok ketika masih menjadi gubernur DKI. Mereka datang pagi hari untuk mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapinya, baik persoalan yang menyangkut pelayanan yang diberikan Pemda DKI, maupun persoalan pribadi seperti butuh dana untuk tebus ijazah, sakit, memperbaiki rumah, dan lainnya. Kegiatan ini membuat Ahok datang pagi sekali ke kantor.

Peristiwa FM dan ijazahnya ini juga memperlihakan satu hal bahwa nama Ahok masih cetar di Indonesia.

Comments

Popular posts from this blog

Sandi Uno Perbolehkan Pengemis Minta-minta di Wihara

Yusril Sebut Jokowi Berpotensi Kalah Telak oleh Kotak Kosong, Dede: Harusnya Ngaca Sril

Ini Loh 16 Penendang Free Kick Terbaik Sepanjang Masa, No 1 Memang Rajanya!